Smartphone

HTC Akan Berhenti dari Industri Smartphone

Berita jelek tersiar dari HTC. Produsen tehnologi besutan Taiwan itu dikabarkan akan berhenti menghasilkan smartphone. Bila info ini betul, HTC tidak bakal lagi menekuni di pabrikan smartphone. Isu ini mengatakan HTC bakal jual divisi mobile-nya. Tak di ketahui pihak mana yang bakal beli satu diantara divisi vital perusahaan yang berbasiskan di Taiwan tersebut. Tetapi satu sumber mengabarkan, Google disebut-sebut jadi calon terkuat yang akan beli divisi mobile HTC. Terlebih, Google memanglah merencanakan untuk melaunching seri Piksel paling baru di masa yang akan datang. Masuk akal, mengingat bila mereka memerlukan satu perpanjangan tangan untuk menghasilkan komponen smartphone dengan cara segera.

HTC Mobile

HTC di ketahui memanglah pernah alami saat susah pada saat ini. Terlebih, di dalam ketatnya persaingan vendor smartphone global, HTC merangkak pelan untuk kembali mencapai posisi paling atas. Sebatas flashback, perusahaan tehnologi asal Taiwan itu memanglah pernah berjaya menguasai industri smartphone. Terlebih, smartphone Nexus pertama yang dikerjakan Google, adalah garapan HTC. Sayangnya, saat ini banyak customer berpindah ke smartphone garapan vendor lain, dari mulai Xiaomi, Huawei, Meizu, sampai vendor sekaliber Apple serta Samsung.

Mereka beralasan, smartphone garapan HTC bahkan seri flagship meskipun, masihlah mempunyai performa serta spesifikasi yang kalah jauh di banding smartphone flagship buatan kompetitornya. Sekali lagi, bila memanglah benar isu itu dapat dibuktikan, ini tidaklah akhir dari usaha HTC. Sebab, terkecuali smartphone, HTC di ketahui juga fokus pada divisi tehnologi Virtual Reality (VR). Buktinya, pada April 2016 lantas HTC membuat satu akselerator untuk startup yang beroperasi di sektor VR. Ketika itu, juga dikenalkan program pendanaan bernama Vive X. Nanti, HTC bakal menggelontorkan dana US$ 100 juta atau sekitaran Rp 1,32 triliun lewat program yang di luncurkan pada bln. Mei yang akan datang.

Beijing bakal jadi kota pertama yang menggerakkan program ini serta diperuntukkan untuk startup yang datang dari Asia. Kemudian, program ini bakal digerakkan di kota lain, yakni San Fransisco serta Taipei. Vive X juga tawarkan program sama akselerator startup yang lain. Program ini bakal memberi tuntunan, ruangan kerja, termasuk juga sebagian modal investasi dari grup startup dipilih. HTC memanglah sudah melaunching VR Headset bernama HTC Vive. Tetapi, headset itu ada tanpa ada support content mencukupi. Karenanya, program ini diinginkan bisa isi content yang semakin memperkaya pengalaman memakai VR.

Iklan